Trus Karya Tataning Bumi

Wikipedia

Hasil penelusuran

Penelusuran

Memuat...

Translate

Selasa, 27 November 2012

Makna Tarekat Versi 2


A.             Makna Tarekat

Asal kata “tarekat” dalam bahasa arab adalah “ariqah” yang berarti jalan, keadaan, aliran, atau garis pada sesuatu.[1] Tarekat adalah jalan, yang ditempuh para sufi, dan dapat digambarkan sebagai jalan yang berpangkal dari syariat, sebab jalan utama disebut syar’, sedangkan anak jalan disebut hariq. Kata turunan ini menunjukan bahwa menurut anggapan para sufi, pendidikan mistik merupakan cabang dari jalan utama yang terdiri dari hukum Ilahi, tempat berpijak bagi setiap umat muslim. Tak mungkin ada anak jalan tanpa ada jalan utama tempat berpangkal. Pengalaman mistik tak mungkin didapat bila perintah syariat yang mengikat itu tidak di taati terlebih dahulu dengan seksama.[2]
Menurut Harun Nasution, tarekat berasal dari kata ariqah, yang artinya jalan yang harus ditempuh oleh seorang calon sufi agar ia berada sedekat mungkin dengan Allah. ariqah kemudian mengandung arti organisasi (tarekat). Tiap tarikat mempunyai syaikh, upacara ritual, dan bentuk dzikir sendiri.[3] Sejalan dengan ini, Martin Van Bruinessen menyatakan istilah “tarekat” paling tidak dipakai untuk dua hal yang secara konseptual berbeda. Maknanya yang asli merupakan paduan yang khas dari doktrin, metode dan ritual. Akan tetapi, istilah ini pun sering dipakai untuk mengacu  pada organisasi yang menyatukan pengikut-pengikut “jalan” tertentu. Di Timur Tengah, istilah “ta’ifah” terkadang lebih disukai untuk organisasi, sehingga lebih mudah untuk membedakan antara yang satu dengan yang lain. Akan tetapi, di Indonesia kata “tarekat” mengacu pada keduanya.[4] Menurut L. Massignon, sebagaimana dikutp oleh Aboe Bakar Atjeh, ariqah dikalangan sufi mempunyai dua pengertian. Pertama, cara mendidik akhlak dan jiwa bagi mereka yang berminat menempuh hidup sufi. Arti seperti ini dipergunakan oleh kaum sufi pada abad ke-9 dan ke-10 M. Kedua, ariqah berarti suatu gerakan yang lengkap untuk memberikan latihan-latihan rohani dan jasmani dalam segolongan orang islam menurut ajaran dan keyakinan tertentu.[5]


B.             Sejarah Perkembangan Tarekat
Peralihan tasawuf yang bersifat personal pada tarekat yang bersifat lembaga tidak terlepas dari perkembangan dan perluasan tasawuf itu sendiri. Semakin luas pengaruh tasawuf, semakin banyak pula orang berhasrat mempelajarinya. Untuk itu,mereka menemui orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam pengalaman tasawuf yang dapat menuntun mereka. Sebab, belajar dari seorang guru dengan metode mengajar yang disusun berdasarkan pengalaman dalam suatu ilmu yang bersifat praktikal adalah suatu keharusan bagi mereka. Sistem pengajaran itulah yang kemudian menjadi ciri khas bagi suatu tarekat yang membedakan nya dari tarekat lain.[6]
Ditinjau dari segi historisnya, kapan dan tarekat mana yang mula-mula timbul sebagai suatu lembaga, sulit diketahui pasti. Namun, Harun Nasution menyatakan bahwa setelah Al-Ghazali menghalalkan tasawuf yang sebelumnya dikatakan sesat, tasawuf  mulai berkembang di dunia melalui tarekat. Tarekat adalah organisasi dari pengikut sufi-sufi besar yang bertujuan untuk melestarikan ajaran-ajaran tasawuf gurunya. Tempat  berkumpul untuk melestarikan ajaran tasawuf , entah itu dari walinya atau pun syaikh disebut ribat.[7]  Dr.Kamil Musthafa Asy-Syibi menyatakan bahwa tokoh pertama yang memperkenalakan sistm tarekat adalah Syekh Abdul Qadir Al-jailani di Baghdad, sayyid Ahmad Ar-rifai’I di Mesir dengan tarekat Rifa’iyyah dan jalal ad-Din Ar-Rumi di Parsi.[8]
Sejarah Islam menunjukan bahwa tarekat berkembang pesat  pada abad ke-12 (abad ke 6 H). Tarekat-tarekat tampak memegang peranan yang cukup besar dalam menjaga eksistensi dan ketahanan umat Islam, setelah mereka dilabrak secara mengerikan oleh gelombang-gelombang serbuan tentara Tartar. Sejak penghancuran demi penghancuran yang dilakukan oleh tentara-tentara tartar itu, Islam yang diperkirakan akan lenyap, tatap mampu bertahan bahkan dapat mengambil hati mereka dan memasuki daerah-daerah baru. Sejak kehancuran kota Baghdad, para anggota tarekatlah yang berperan dalam penyebaran Islam. Sampai akhirnya pengaruh tarekat mulai mengalami kemunduran akibat adanya pengaruh-pengaruh tarekat yang buruk.[9]
Pada awal kemunculan nya, tarekat berkembang dari dua daerah yaitu khurasan (Iran) dan Mesopotamia (Irak). Pada periode ini mulai timbul beberapa diantaranya;
1.    Tarekat Yasaviyah,didirikan oleh Ahmad Al-Yasavi yang disusul oleh tarekat Khawajagawiyah yang disponsori oleh Abd Al-Khaliq Al-Ghuzdawani. Kedua tarekat ini menganut paham tasawuf Abu yazid Al-Bustami. Tarekat ini berkembang ke berbagai daerah, antara lain Turki. Disana, tarekat ini berganti nama menjadi tarekat  Bekhtasiya yang diidentikan kepada pendirinya yaitu Muhammad ‘ata’. Tarekat ini sangat popular dan pernah memegang peranan penting di Turki yang dikenal dengan Korp jenissari.
2.    Tarekat Naqsabandiyah, yang didirikan oleh Muhammad Bahauddin An-Naqsabandi Al-Awisi Al-Bukhari  di Turkistan. Tarekat ini berkembang hingga ke Anatolia(Turki) kemudian meluas ke India dan Indonesia.
3.    Tarekat Qodiriyah yang didirikan oleh Syekh Abdul Qadir Al-jailani. Mempunyai penganut di Irak, Turki, Turkestan, Sudan, Cina, India dan Indonesia.
4.    Tarekat Khalwatiyah, didirikan oleh Umar Al-Khalwati. Tarekat ini merupakan salah satu tarekat yang terkenal sehingga berkembang hingga ke berbagai Negara seperti Turki, Syiria, Mesir, Hijaz dan Yaman.
5.    Tarekat ikan Syattariyah, didirikan oleh Syekh Abdulllah Asy-Syattari. Mempunyai pengikut dari India dan Indonesia.[10]
Perkembangan tarekat dibagi oleh Harun Nasution menjadi tiga yaitu:
1.      Tahap Khanaqah
Terjadi pada abad ke-10 M, para syekh mempunyai sejumlah murid yang hidup secara bersama-sama di bawah peraturan yang tidak terlalu ketat. Syekh menjadi murshid yang dipatuhi. Kontemplasi dan latihan-latihan spiritual dilakukan secara individual dan kolektif. Ini terjadi sekitar abad ke 10 M
2.      Tahap tariqah
Terjadi pada abad ke-13 M. Di tahap ini ajaran-ajaran, peraturan, dan metode-metode tasawuf di tarekat telah dimapankan. Juga muncul pusat pengajaran tasawuf dengan silsilahnya masing-masing
3.      Tahap Taifah
Terjadi sekitar abad ke-15 M. Di sini terjadi transmisi ajaran dan peraturan kepada pengikut. Muncul juga tarekat dengan cabang-cabang di tempat lain. Di tahap ini tarekat memiliki makna sebagai organisasi sufi yang melestarikanya



[1] Luis Makluf, Al-Munjid fi Al_Lughat wa Al-A’lam,(Beirut:Dar Al-masyriq,1986),hlm.465.
[2] Annemarie Schimel,Dimensi Mistik dalam Islam,terj.Supardi Djoko Damono dkk.,dari Mystical Dimension of Isalam (1975),(Jakarta:Pustaka Firdaus,1986),hlm.101.
[3] Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya,(Jakarta:Press,1986),jilid 2,hlm.89.
[4] Martin Van bruinessen,Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia,(Bandung:Mizan,1994),hlm.61.
[5] Aboe Bakar Atjeh,Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf,(Solo:Ramdhani,1984),hlm.63.
[6] Rosihon Anwar, Akhlak Tasawuf, (Bandung : CV. Pustaka Setia,2009),hlm.203-204.
[7] Solihin dan Rosihon Anwar,Ilmu Tasawuf,(Bandung:CV.PustakaSetia,2011),hlm. 207.
[8] Solihin dan Rosihon Anwar,Ilmu Tasawuf,(Bandung:CV.PustakaSetia,2011), hlm.  207.
[9] Rosihon Anwar,Akhlak Tasawuf, (Bandung : CV. Pustaka Setia,2009),hlm. 204-205.
[10] Rosihon Anwar dan Mukhtar Solihin,Ilmu Tasawuf,(Bandung:CV Pustaka Setia,2004),hlm.168.

Tidak ada komentar: